Menggunakan Breadboard / Project Board

Dalam Elektronika, sangat penting untuk kita mengetahui cara membuat rangkaian elektronika. Untuk memahami rangkaian dengan baik, menguji ada tidaknya kesalahan, kita perlu melakukan percobaan awal. Proses percobaan tersebut sering disebut proses prototiping, yaitu pembuatan rangkaian elektronika yang mudah diutak-atik / diubah baik jalur maupun komponen itu sendiri. Untuk itu kita tidak usah menggunakan PCB dan solder, namun hanya diperlukan sebuah alat yang dinamakan Breadboard.

Secara bahasa, breadboard bisa diartikan sebagai tatakan atau papan tempat memotong roti (talenan). Mengapa papan roti? Ya.. Beberapa tahun yang lalu, ketika rangkaian elektronika itu masih rumit dan besar, orang akan mengambil tatakan atau papan kayu pemotong roti dari dapur, menggunakan beberapa paku atau paku payung, dan mulai menghubungkan titik-titik paku tersebut dengan kabel atau kawat untuk menciptakan sebuah rangkaian elektronika percobaan atau prototipe.

Breadboard papan talenan

Gambar breadboard jaman dahulu

Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi, komponen elektronika menjadi semakin kecil. Muncullah sebuah teknologi untuk membuat rangkaian berbentuk papan kecil dengan lubang jalur penghubung di dalamnya. Papan tersebut masih dinamakan breadboard, namun orang juga sering menyebutnya dengan project board atau juga “solderless” breadboard.

Anatomi Breadboard

Agar lebih mudah memahami bagaimana cara menggunakan breadboad, maka sebaiknya kita memisahkan beberapa bagiannya agar terlihat lebih dalam bagaimana sebaiknya breadboard itu digunakan dan bagaimana breadboard itu difungsikan dengan maksimal.

breadboard layout

Breadboard memiliki lubang-lubang dimana kita akan bisa menanam / menancapkan komponen. Lubang tersebut terhubung satu sama lain, sesuai dengan garis.

* Untuk garis berwarna biru dan merah digunakan untuk postif dan negatif. Sepanjang garis tersebut saling tersambung, Jadi cukup mencolokkan satu lubang saja dari sumber positf dan negatif. Untuk pemasangannya yang manapun yang digunakan sama saja, mau positif diatas, dibawah, dan dimana saja.
* Untuk garis yang hitam atau ditengah tengah, dia tersambung berdasarkan angka, sepanjang angka 1 dari huruf f – i. dan sepanjang angka 1 dari huruf a – e saling tersambung.
* Perhatian!! terkadang ada bread board yang bagian positf / negatifnya terbelah dua. Misal dari angka 1 – 15 terpisah dengan angka 16 -30
*Agar lebih maximal dan aman, setiap jalur dites terlebih dahulu dengan multitester

 

Advertisements
About

Guru SMK Elektronika, tetapi kadang ngajar masalah multimedia juga. Suka dengan teknologi dan tentu masih suka lawan jenis.

Posted in Elektronika Dasar, Materi, Pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tentang Penulis

BENY ABDURRAHMAN
Seorang anak muda yang mencoba peruntungan hidup menjadi seorang pengajar atau orang biasa memanggilnya mas guru. Punya hobi main komputer, nggambar corel, ngedit foto dan video. Sekarang sedang mengabdi di Kalimantan Selatan.
Kalender
October 2015
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
%d bloggers like this: