Kabut Asap Terparah

Belum ada dua bulan saya tinggal di Kalimantan, sudah diterpa dengan kabut asap yang tiada henti selama sebulan terakhir. Ini adalah kabut asap terparah selama saya berada Kalimantan, kalimat tadi dinyatakan oleh kawan saya yang sudah 6 tahun lebih tinggal di sini. Tidak heran kalau saya beberapa hari yang lalu merasa tidak kuat dengan dampak kabut asap yang sangat pekat.

Nilai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) kemarin itu bisa mencapai 1900 lebih. Berdasarkan laporan BMKG pada Sabtu 26 September, nilai ISPU di Palangkaraya terpantau 1.912 gram/m3. Padahal nilai ambang batas minimum level berbahaya adalah 350.

Tidak hanya sampai di sini, ternyata asap tersebut sudah terekspor sampai ke Singapura. Diberitakan bahwa pemerintah Singapura geram dengan kiriman asap dari Indonesia. Sampai-sampai sekolah diliburkan, dikarenakan nilai ISPU di sana dilaporkan terukur 267-322.

Kabut asap sangat berbahaya bagi kesehatan. Dampak langsung yang dirasakan adalah mata pedih dan sesak di dada. Namun dampak lebih jauhnya bisa menyebabkan penyakit ISPA, iritasi kulit dan mata serta dapat memperburuk asma dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkitis kronik, PPOK dll. Dampak terparah tentu adalah untuk anak-anak dan lansia. Jangankan untuk mereka, untuk saya saja membuat kondisi kesehatan menurun drastis, mudah pusing, pilek dan radang.

Beberapa hari yang lalu, di kelas saya mengajar saja hampir separuh dari siswa sakit. Pembelajaran jadi kurang kondusif, bahkan terpaksa beberapa siswa saya pulangkan karena tidak kuat melanjutkan pembelajaran. Tentu saya menyadari hal ini tidak bisa dilepaskan dari kondisi kabut asap yang tak kunjung reda.

Pemerintah sebagai pihak yang paling bertanggungjawab disini saya lihat belum bisa menangani kasus ini dengan efektif. Sudah berapa lama asap, tapi apa saja yang dilakukan pemerintah nampak belum terlihat serius. Bandingkan dengan pemerintah Singapura yang langsung meliburkan siswa sekolah. Kemudian pengelolaan dampak seperti pembagian masker untuk warga juga tidak ada. Ini saya temukan di kawasan saya tinggal sekarang, di Amuntai, Kalsel. Saya hanya menerima pembagian masker sekali selama sebulan terakhir. Itupun masker bedah warna hijau, yang saya rasakan sendiri sangat tidak memadai untuk melawan tebalnya asap.

Bila ditilik dari penyebabnya, tentu tidak bisa dielak bahwa kebakaran itu disebabkan oleh tangan-tangan manusia. Tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api. Walaupun kondisi kemarau panjang yang panas juga memperparahnya. Karena konon lahan gambut sangat mudah terbakar dalam kondisi kering, apalagi sekarang sedang musim kemarau panjang. Maka hujan lebat sangatlah dibutuhkan untuk meredakan kabut asap pekat ini.

Dampak kabut asap yang melingkupi Kalimantan, Sumatra sampai Riau ini harus segera di selesaikan oleh pemerintah. Lebih dari itu sebenarnya harus dilakukan upaya-upaya pencegahan yang serius. Karena sekali hutan dibakar, akan sulit untuk memadamkanya. Namun saya rasa, akan lebih mudah melakukan pencegahan serta upaya hukum yang tegas bagi para pembakar hutan. Sekian semoga segera turun hujan dan memadamkan api-api kebakaran hutan di Indonesia.

Advertisements
About

Guru SMK Elektronika, tetapi kadang ngajar masalah multimedia juga. Suka dengan teknologi dan tentu masih suka lawan jenis.

Posted in Artikel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tentang Penulis

BENY ABDURRAHMAN
Seorang anak muda yang mencoba peruntungan hidup menjadi seorang pengajar atau orang biasa memanggilnya mas guru. Punya hobi main komputer, nggambar corel, ngedit foto dan video. Sekarang sedang mengabdi di Kalimantan Selatan.
Kalender
September 2015
M T W T F S S
    Oct »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
%d bloggers like this: