Menjadi Guru Super, Excellent atau Good

guru, mengajar, SD, MI, Jawa TengahSudahkah kita menjadi guru yang baik? Pertanyaan itu sering muncul dalam benak kita para pendidik. Namun kriteria seperti apakah untuk menjadi guru yang baik? Ada tiga rasa dasar sebagai guru yang baik yaitu super, excelent dan good (LouAnne Johnson, 2009). Apa bedanya? Akan menjadi guru yang seperti apakah kita?

Sebenarnya ingin menjadi guru yang seperti apa kita itu tergantung dengan kekuatan personal kita sendiri, hubungan pertemanan, tujuan profesional dan prioritas individu kita. Kita harus melihat terlebih dahulu sebenarnya seberapa besar waktu dan tenaga emosional yang bisa kita keluarkan untuk bekerja di luar rumah.

Kemudian putuskan apa yang penting dan lebih diprioritaskan dalam hidup kita. Apakah itu adalah teman, orangtua, anak dan istri bagi yang sudah menikah atau pacar bagi yang belum menikah. Apakah mereka akan merasa diabaikan ketika anda harus bekerja menghabiskan waktu senggang dengan membuat rencana pembelajaran (RPP) atau membuat media bahan ajar? Berapa besar energi yang kita simpan sepanjang hari agar memiliki jumlah yang cukup tersisa untuk keluarga kita di malam hari? Apakah kita bersedia untuk membimbing anak-anak didik kita yang sedang ada dalam masalah pribadi mereka atau menyerahkanya pada orangtua wali mereka?

Tidak ada yang salah atau benar dalam menjawab pertanyaan di atas. Namun jika kita sudah tahu atau bisa menjawab pertanyaan tersebut sebelum memulai mengajar, kita akan menjadi guru yang lebih bahagia dan instruktur yang sukses. Kemudian kita bisa menentukan mau menjadi guru yang seperti apa, tidak semua orang bisa atau harus menjadi guru super, kita masih bisa menjadi guru excelent atau good. – Sekedar catatan, sangatlah tidak diterima kalau kita menjadi guru yang buruk.. –

Super

Untuk menjadi guru super, diperlukan energi fisik, emosi dan mental yang sangat tinggi. Guru super adalah mereka yang tiba lebih awal dan pulang paling akhir di sekolah. Mereka menghadiri seminar, melanjutkan kuliah pendidikan, menjadi pembimbing kegiatan siswa, dan memberikan diri mereka bagi siswa yang membutuhkan bantuan ekstra baik di dalam maupun di luar kelas. Karena guru super sangat menikmati hubungan yang solid dengan para siswanya, mereka tidak harus berfokus pada berapa banyak waktu dan energi untuk menerapkan disiplin pada kelas-kelas mereka. Sebaliknya ada pasang surut dan proses memberi dan menerima, dimana rasa mengajar seperti pelari yang merasakan sensasi ketagihan untuk berlari. Sayangnya jika mereka bukan orang luar biasa dengan cadangan energi mengagumkan atau mereka bisa meremajakan diri mereka sendiri secara teratur para guru super mungkin sangat lelah.

Mengajar dengan super membutuhkan dukungan fisik dan mental yang sangat besar. Tergantung dari anggaran anda, yang mungkin akan menyerap juga sejumlah uang. Jika belum menikah, mungkin akan lebih mudah untuk menjadi guru super, belum memiliki ikatan dan tanggungan anak, seluruh waktu dan energi sangat mungkin kita fokuskan untuk mengabdi. Namun kondisi berbeda tentu akan kita temukan ketika kita sudah menikah. Dimana kita harus pintar membagi waktu antara waktu bekerja, waktu untuk keluarga dan waktu untuk pribadi. Apalagi jika Anda adalah seorang ibu dengan tiga anak kecil, anda mungkin tidak akan memiliki cukup waktu atau energi untuk menjadi guru super.

Memiliki anak bukan larangan untuk menjadi guru super, itu artinya anda harus memastikan bahwa keluarga anda memberikan dukungan penuh kepada anda untuk menjalankan profesi mengajar. Jika anda memiliki anak yang bisa menyesuaikan diro dengan baik, memotivasi diri sendiri dan hormat pada anda serta pasangan anda, jika pasangan anda mendukung pilihan karier anda, dan jika anda memiliki tingkat energi yang tinggi, maka anda kemungkinan akan dapat mengatasi tingkat stress yang terjadi untuk menjadi guru super. Tetapi jangan memaksakan diri, jika tidak dapat menjadi guru super, menjadi guru yang excellent atau good adalah pencapaian yang sesungguhnya.

Excelent

Guru excelent sangat menikmati pekerjaan, namun mereka membatasi jumlah waktu dan energi yang mereka baktikan untuk mengajar. Mereka peduli dan melakukan yang terbaik untuk siswa mereka. Namun tidak mengorbankan kebutuhan keluarga mereka sendiri. Mereka juga masih melakukan kerja lembur, karena untuk menjadi guru yang baik dibutuhkan sejumlah waktu lembur yang tidak dibayar (seperti mengkoreksi pekerjaan siswa, membuat rencana pembelajaran dan mendampingi siswa melakukan kegiatan di luar kelas/sekolah) tetapi mereka memberikan batasan waktu untuk pekerjaan lembur tersebut.

Mengajar dengan excelent membutuhkan tenaga yang lebih sedikit daripada menjadi guru super. Tetapi mengajar excelent tetap dapat membuat kita lelah jika kita tidak pandai mengatur pengeluaran energi kita. Berikanlah waktu untuk tetap menjaga diri kita sendiri dan keluarga kita. Bahkan kita juga harus bisa menjelaskan pada teman dan keluarga kita bahwa kita harus menghabiskan malam-malam dan akhir pekan untuk mengembangkan pelajaran dan ketrampilan kita. Ingatlah untuk jangan terlalu keras pada diri kita sendiri jika tidak dapat mengatasi masalah mengajar seperti yang kita kira, terutama pada masa-masa awal mengajar. Hanya dengan menguasai dasar mengajar yang baik sudah merupakan pencapaian yang penting. Dan siswa-siswa akan tetap tumbuh di dalam kelas klasik yang gurunya baik.

Good

Guru yang good mengerjakan pekerjaan dengan baik, tetapi memahami batasan mereka sendiri. Mereka membuat batasan yang jelas antara profesionalitas dan waktu pribadi. Mereka memperlakukan siswa dengan hormat, dan melakukan yang terbaik untuk memastikan bahwa materi yang harus diajarkan telah disampaikan kepada siswa dengan baik. Tetapi mereka tidak merasa berkewajiban untuk menyelamatkan siswanya satu-persatu.

Para guru super tiba di sekolah cukup awal untuk mempersiapkan diri, namun mereka tidak menawarkan diri untuk menjadi pembimbing ekstra siswa, menemani kunjungan industri, atau konsultasi laporan praktek diluar jam pelajaran. Mereka akan fokus untuk waktu pribadi setelah jam pulang sekolah, semua waktu ditujukan untuk diri sendiri, keluarga, hobi, dan teman mereka. Dengan menciptakan batasan yang jelas antara profesionalitas dan kehidupan pribadi, mereka memelihara energi emosional dan mental mereka. Sebagai akibatnya, guru good harus rela melambaikan tangan kepada guru super dan excelent yang telah menilai terlalu tinggi diri mereka dan meledak setelah beberapa tahun mengajar dengan kecepatan tinggi, kenaikan pangkat misalnya.

Conclusion

Namun, Tanpa memandang apakah anda memilih menjadi guru yang super, excelent atau good. Anda tetaplah seseorang yang memberikan kontribusi kepada masyarakat dan menjalankan tugas mulia, memberikan pemembentukan masa depan negara kita. Selain diri kita sendiri, pengawas dan siswa-siswa kita, tidak ada yang tahu berapa banyak waktu dan energi yang kita abdikan bagi pekerjaan ini. Tetapi kita menjadi guru bukanlah untuk mendapatkan penghargaan dari orang lain. Kita mengajar bukan karena ingin pamer atau untuk mendapat simpati, tetapi kita mengajar karena kita yakin bahwa ini adalah sesuatu yang penting. Perumpamaan mengajar adalah seperti berlari marathon di tengah kegelapan sendirian. Tidak banyak yang tahu apa yang sedang Anda lakukan, dan orang yang tahu tidak akan memberikan perhatian. Namun kealpaan mereka tidak membuat Anda melambat. Anda tetap dapat menikmati kepuasan dan kegembiraan akan selesainya pertandingan, dimana Andalah pemenang yang sesungguhnya.

Disadur dari buku teaching outside the box: how to grab your students by their brains, LouAnne Johnson

Advertisements
About

Guru SMK Elektronika, tetapi kadang ngajar masalah multimedia juga. Suka dengan teknologi dan tentu masih suka lawan jenis.

Tagged with:
Posted in Pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tentang Penulis

BENY ABDURRAHMAN
Seorang anak muda yang mencoba peruntungan hidup menjadi seorang pengajar atau orang biasa memanggilnya mas guru. Punya hobi main komputer, nggambar corel, ngedit foto dan video. Sekarang sedang mengabdi di Kalimantan Selatan.
Kalender
September 2015
M T W T F S S
    Oct »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
%d bloggers like this: